• Definisi
  • Gejala
  • Penyebab
  • Faktor Risiko
  • Komplikasi
  • Diagnosis
  • Terapi
  • Prosedur

Toksoplasmosis merupakan infeksi parasit yang menyebabkan gejala-gejala seperti flu. Organisme yang bisa menyebabkan toksoplasmosis, yaitu Toxoplasma gondii, adalah salah satu parasit yang paling umum.

Sebagian besar orang yang terkena parasit ini tidak pernah menunjukkan tanda dan gejala-gejala. Namun bagi bayi yang terlahir dari ibu yang terinfeksi dan orang yang memiliki masalah dengan sistem imunitas, toksoplasmosis bisa menyebabkan komplikasi yang amat serius.

Jika Anda sehat, umumnya tak membutuhkan terapi apa pun untuk toksoplasmosis. Jika Anda hamil atau memiliki imunitas rendah, obat tertentu bisa membantu mengurangi keparahan infeksi. Pendekatan terbaik tentu saja dengan pencegahan.

Yang sering terjadi, seseorang tidak mengetahui dirinya terpapar toksoplasmosis, meskipun sejumlah orang mungkin mengalami gejala-gejala toksoplasmosis serupa dengan flu atau mononucleosis, seperti:
•    Nyeri tubuh
•    Pembengkakan  kelenjar getah bening
•    Sakit kepala
•    Demam
•    Kelelahan 
•    Kadang-kadang radang tenggorokan

Jika seseorang hidup dengan HIV/AIDS, menerima kemoterapi atau baru-baru ini menjalani transplantasi  organ, dia akan punya kemungkinan mengalami tanda dan gejala infeksi toksoplasmosis berat, termasuk:
•    Sakit kepala
•    Kebingungan
•    Koordinasi yang lemah
•    Kejang
•    Masalah paru-paru yang mungkin menyerupai tuberkulosis atau pneumonia yang disebabkan oleh Pneumocystis carinii, sebuah infeksi oportunis yang terjadi pada penderita AIDS.
•    Penglihatan kabur disebabkan oleh peradangan hebat di bagian retina (ocular toxoplasmosis)

Tanda pada bayi
Sebagian besar perempuan yang terkena toksoplasmosis tidak memiliki tanda atau gejala penyakit, namun jika seseorang mulai terinfeksi pertama kali sebelum atau selama kehamilan,  ada  peluang 30% ibu meneruskan infeksi kepada bayinya (congenital toxoplasmosis), bahkan meskipun dia tidak menunjukkan tanda dan gejala penyakit tersebut.

Risiko dan tingkat keparahan infeksi pada bayi kerap kali bergantung kepada kapan infeksi terjadi saat kehamilan. Bayi akan mendapatkan risiko terkena toksoplasmosis jika ibu terinfeksi pada trimester ketiga, risiko minimal jika terinfeksi pada kehamilan trimester pertama. Di sisi lain, semakin awal infeksi terjadi pada kehamilan, berakibat makin serius pada bayi di masa mendatang. Infeksi awal berakhir dengan keguguran atau janin meninggal dalam kandungan, dan anak-anak yang berhasil bertahan dilahirkan dengan masalah serius seperti:
•    Kejang
•    Pembesaran hati dan limpa
•    Muncul warna kekuningan pada kulit dan putih pada mata (jaundice)
•    Infeksi mata parah

Hanya sedikit bayi yang terkena toksoplasmosis yang menunjukkan gejala dari penyakit tersebut saat lahir. Malahan, sejumlah bayi baru lahir yang terinfeksi tidak menunjukkan tanda dan gejala penyakit sampai mereka dewasa. Tanda dan gejala-gejala tersebut termasuk:
•    Kehilangan pendengaran
•    Keterbelakangan mental
•    Infeksi mata serius yang dapat menuntun pada kebutaan.

Kapan harus ke dokter?
Seseorang yang  hidup dengan HIV atau AIDS,  hamil atau mengira sedang hamil, bicarakan kepada dokter untuk melakukan pengujian. Tada-tanda dan gejala-gejala toksoplasmosis berat, seperti penglihatan kabur, linglung, atau kehilangan koordinasi, membutuhkan perawatan medis secepat mungkin, khususnya jika sistem kekebalan tubuh melemah.

Toxoplasma gondii (T. gondii) adalah organism parasit sel tunggal yang dapat menginfeksi sebagian besar hewan dan burung. Namun karena organisme ini hanya bisa reproduksi seksual hanya pada kucing liar atau peliharaan sebagai inang parasit. Siklus kehidupan kompleks T. gondii dimulai saat kucing makan buruan yang terinfeksi, biasanya tikus atau burung.

Kucing juga dapat terinfeksi jika makan daging mentah, daging yang terkontaminasi atau makan kotoran tanah yang terinfeksi. Sekali dimakan, T. gondii  akan menempel di dinding usus halus kucing, membentuk sel-sel tahap awal yang disebut oocysts yang tidak akan musnah di feses, biasanya untuk periode dua hingga tiga minggu. Sedikit kotoran kucing mungkin mengandung jutaan oocysts. Bahkan kucing yang sehat tidak akan  menanggalkan oocysts setelah memulai tahap akut.

Dalam beberapa hari saja, oocysts akan berkembang menuju pematangan, menjadi sel-sel yang sangat menular yang dalam kondisi tertentu dapat bertahan di tanah dalam beberapa bulan. Jika mereka termakan oleh binatang lain, secara cepat mereka akan berkembang di dalam inang, bahkan membentuk sel-sel inaktif yang tinggal terutama di otak atau otot. Biasanya inang hewan baru ini umumnya bebas gejala-gejala dan tidak akan mengekskresikan oocysts, namun masih dapat mentransmisikan parasit ke predator lain yang memakannya.

Apa yang terjadi pada manusia
Pola yang terbangun pada hewan kurang lebih sama dengan yang terjadi pada manusia. Setelah seseorang terinfeksi T. gondii, parasit ini membentuk cysts (kista) yang akan berefek di semua bagian tubuh, namun kerap kali berdampak pada otak dan otot, termasuk jantung.

Jika seseorang sehat, sistem imunitas tubuh akan menjaga jarak dengan parasit, umumnya mereka akan inaktif di dalam tubuh manusia. Tubuh memberikan kekebalan sehingga seseorang tidak akan  terinfeksi parasit lagi. Namun jika pertahanan tubuh melemah karena penyakit atau pengobatan tertentu, infeksi bisa menjadi aktif kembali, menuntun pada terjadinya komplikasi serius.

Meskipun seseorang tidak dapat ‘menangkap’ bentuk toksoplasmosis dari orang dewasa atau anak yang terinfeksi, seseorang bisa terinfeksi jika melakukan kontak dengan:
•    Kotoran kucing yang mengandung parasit.  Seseorang mungkin secara tidak sengaja menelan parasit jika menyentuh mulut setelah berkebun, membersihkan kandang atau menyentuh apapun yang mungkin kontak dengan kotoran kucing yang terinfeksi. Kucing yang mendapatkan makanan dengan berburu atau doyan makanan mentah biasanya menjadi tempat favorit T. gondii.
•    Menelan makanan atau air yang terkontaminasi. Biri-biri, babi dan rusa umumnya mudah terinfeksi oleh  T. gondii. Kadang-kadang, produk susu yang tidak dipasteurisasi juga berpotensi mengandung kista. Walau tidak umum, air juga bisa terkontaminasi T. gondii.
•    Gunting dan pisau yang terkontaminasi. Peralatan dapur yang kerap digunakan kontak dengan daging mentah dapat menjadi sarang parasit kecuali jika peralatan ini kerap dicuci dengan air panas dan sabun secara menyeluruh.
•    Sayur dan buah yang tidak dicuci dan terkontaminasi. Permukaan buah dan sayur mungkin mengandung jejak parasit. Agar aman, cucilah buah dan sayur secara menyeluruh, khususnya jenis buah dan sayur yang dimakan mentah.
•    Transfusi darah transplantasi organ yang terinfeksi. Untuk kasus yang jarang, toksoplasmosis dapat ditularkan melalui tranasplantasi organ atau transfusi darah.

Jika sistem imunitas tubuh kuat, tampaknya seseorang tak akan mengalami komplikasi toksoplasmosis, meskipun pada orang lain yang dinyatakan sehat bisa saja mengalami infeksi mata.

Namun jika sistem imunitas tubuh lemah, khususnya orang dengan HIV/AIDS, toksoplasmosis dapat menuntun pada terjadinya ayan dan penyakit yang mengancam keselamatan jiwa seperti encephalitis, sebuah infeksi otak serius. Pada orang yang hidup dengan AIDS, encephalitis yang tidak tertangani sebagai imbas toksoplasmosis bisa berakibat fatal. Kekambuhan penyakit merupakan keprihatinan konstan pada orang  dengan imunitas rendah yang mengidap toksoplasmosis.  Anak-anak yang membawa toksoplasmosis sejak lahir bisa menderita cacat, termasuk kehilangan pendengaran, kebutaan dan keterbelakangan mental.

Sebagian besar ibu hamil tidak secara rutin menjalani pemeriksaan toksoplamosis. Tanpa pemeriksaan khusus,  toksoplasmosis kerap kali sulit didianosis sebab tanda dan gejala, bila ada, kurang lebih mirip dengan penyakit umum lainnyas seperti flu dan mononukleosis.

Tes pada kehamilan
Jika dokter menduga seseorang mengalami infeksi, dia akan menjalani sejumlah tes darah untuk pengecekan antibodi terhadap parasit. Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh system imunitas tubuh dalam merespon hadirnya benda asing seperti virus, bakteri, parasit, obat dan toksin/racun. Karena tes antibodi sulit untuk diinterpretasikan, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat merekomendasikan bahwa semua hasil positif harus dikonfirmasi oleh laboratorium yang khusus mendiagnosis toksoplasmosis.

Apa arti hasil tes
Kadang-kadang seseorang diuji lebih awal saat tubuh belum punya kesempatan memproduksi antibodi. Pada kasus ini, tesnya bisa saja negatif, bahkan meski seseorang telah terinfeksi. Jika dokter masih merasa curiga, tes dapat diulang beberapa minggu lagi.  Pada sebagian besar kasus, tes toksoplasmosis negatif bisa berarti seseorang memang tidak pernah terinfeksi toksoplasmosis dan untuk itu tidak kebal terhadap penyakit tersebut. Jika seseorang memiliki risiko tinggi, disarankan untuk melakukan tindakan pencegahan sehingga tidak menjadi terinfeksi di belakang hari.

Hasil tes yang positif di sisi lain tidak berarti seseorang terinfeksi secara aktif. Dalam sejumlah kasus ini sebagai pertanda seseorang pernah terinfeksi suatu waktu dan sekarang menjadi kebal terhadap penyakit tersebut. Tes lanjutan dapat membantu menentukan infeksi yang telah terjadi, bergantung pada jenis antibody dalam darah, dan apakah level antobodi ini naik atau turun. Hal ini penting khususnya jika seseorang sedang hamil atau hidup dengan HIV/AIDS.

Tes pada bayi
Jika seseorang tengah hamil dan baru saja mengalami infeksi toksoplasmosis, langkah selanjutnya adalah menentukan apakah si jabang bayi juga terinfeksi. Tes dokter mungkin akan merekomendasikan sejumlah hal termasuk:
•    Amniocentesis. Prosedur ini dapat dilakukan secara aman setelah usia kehamialn 15 minggu. Dokter menggunakan jarum halus untuk mengangkat sejumlah kecil cairan dari kantung berisi cairan di sekeliling fetus (kantung amnion). Tes lemudian dilakukan pada cairan tersebut untuk menguji bukti adanya toksoplasmosis. Tes ini mengandung sedikit risiko terjadinya keguguran. Ibu hamil mungkin mengalami komplikasi minor seperti kram, keluarnya cairan atau iritasi saat jarum  disisipkan.
•    Scan Ultrasound. Uji ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan citra janin di dalam kandungan. Detail ultrasound tidak dapat mendiagnosis toksoplasmosis, meskipun dapat menunjukkan apakah janin menunjukkan tanda-tanda toksoplasmosis saat lahir, ultrasound dengan hasil negative tidak dapat mengesampingkan kemungkinan infeksi. Untuk alasan inilah, bayi baru lahir membutuhkan pengamatan menyeluruh setelah dilahirkan dan diikuti tes darah selama tahun pertama kehidupannya.

Tes pada kasus berat
Jika seseorang menderita penyakit yang mengancam jiwa, seperti toxoplasmic encephalitis, dia mungkin membutuhkan satu atau lebih tes pencitraan untuk menguji lesi atau cysts pada otak. Hal ini termasuk:
•    Magnetic resonance imaging (MRI).  Tes ini menggunakan laadang magnet dan gelombang radio untuk menciptakan gambar penampang silang di kepala dan otak. Selama prosedur ini, pasien berbaring di dalam mesin berbentuk  seperti donut besar yang dikelilingi kawat mengandung magnet yang berfungsi mengirim dan menerima gelombang radio. Dalam merespon gelombang radio ini, tubuh memproduksi faint signals yang ditangkap oleh kawat-kawat dan memprosesnya menjadi gambar oleh komputer. MRI merupakan prosedur noninvasif dan tidak berisiko terhadap kesehatan.
•    Biopsi otak. Untuk kasus yang jarang, khususnya jika seseorang tidak merespon terhadap terapi, seorang dokter ahli bedah akan mengambil contoh kecil jaringan dari otak. Contoh jaringan ini kemudian dianalisis di laboratorium untuk mengecek kehadiran kista toksoplasmik.

Meskipun terapi efektif sudah tersedia untuk toksoplasmosis, semua pengobatan memiliki efek samping dan kemungkinan tidak melindungi janin di dalam kandungan. Untuk alasan itulah pendekatan terbaik adalah melalui pencegahan. Tindakan pencegahan berikut ini akan membantu:
•    Gunakan sarung tangan saat berkebun atau memegang tanah. Berkebun bisa berfungsi sebagai pelepasan stres, namun juga dapat membuat seseorang terpapar toksoplasmosis. Kenakan sarung tangan saat bekerja di luar ruangan, kemudian cuci tangan secara menyeluruh dengan sabun dan air, khususnya saat hendak menyiapkan makanan.
•    Hindari makan daging mentah atau setngah matang. Daging, khususnya biri-biri, babi dan sapi, dapat mejadi inang organisma toksoplasma. Jangan mencicip daging sebelum matang sempurna. Hindari makan daging mentah.
•    Setelah mengolah daging mentah, cucilah peralatan dapur secara benar dengan air panas dan sabun untuk mencegah kontaminasi silang terhadap makanan lain. Cuci tangan dengan benar setelah mengolah daging mentah.
•    Cuci atau kupas buah dan sayur. Jika memungkinkan, gunakan sabun khusus buah dan sayur untuk mencucinya, terutama jika buah dan sayur yang dimakan mentah. Atau, sikat dan bersihkan buah dan sayur dengan benar.
•    Hindari minum susu tanpa pasteurisasi. Sus dan produk susu yang tidak dipasteurisasi mungkin mengandung parasit toksoplasma.
•    Tutupi kotak pasir. Jika memiliki anak, tutupilah tempat sampah saat mereka bermain. Kucing mungkin buang kotoran di tempat sampah tersebut.

Bagi pencinta kucing
Jika seseorang hidup bersama dengan orang HIV/AIDS, atau ibu hamil atau yang tengah merencanakan kehamilan, sebaiknya mulai peduli mengenai toksoplasmosis. Jika menyingkirkan kucing sama sekali tidak mungkin, lakukan sejumlah langkah sederhana berikut agar hewan peliharaan dan keluarga sama-sama sehat:
•    Usahakan kucing tetap sehat. Jagalah agar kucing hanya bermain di dalam ruangan dan berilah makanan kering atau makanan kaleng, bukan daging mentah. Kucing bisa terinfeksi dari makanan yang mentah atau tidak dimasak sempurna yang mengandung parasit.
•    Jangan memeilihara kucing jalanan. Sebagian besar kucing tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi toksoplasma, dan meskipun mereka dites untuk toksoplasmosis, butuh waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan hasilnya.
•    Minta orang lain membersihkan kandang kucing.  Jika hal ini tak mungkin dilakukan, selalu kenakan  sarung tangan saat membersihkan kandang kucing, kemudian cuci tangan dengan sabun dan air hangat. Gantilah tempat sampah setiap hari jadi jika terjadi sekresi oocysts tidak akan punya waktu menjadi menular. Bersihkan kandang kucing dengan air panas, cairan kimia disinfektan tidak efektif terhadap T. gondii, jangan meletakkan kandang kucing di dapur atau membiarkan kucing berkeliaran di dapur.