Go4HealthyLife.com, Jakarta – Pengobatan tusuk jarum atau lebih dikenal dengan akupuntur, adalah metode terapi ala China untuk mengobati berbagai macam penyakit. Tapi selain penyakit, akupuntur juga diketahui dapat mendongkrak fertilitas.

Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan mengurangi stres, meningkatkan aliran darah dan menyeimbangkan kelenjar endokrin.         

Sebuah studi yang diterbitkan di Fertility and Sterility menguji 80 pasien yang menerima pengobatan akupuntur dan sudah menjalani fertilisasi in-vitro. Setelah enam pekan menjalani terapi akupuntur, 42% pasien itu hamil.

Salah satu tindakan dalam proses akupuntur dalam meningkatkan fertilitas itu adalah dengan mengurangi stres, yang kerap menjadi faktor utama dalam hal kesuburan baik pada pria maupun wanita.

Ketika orang mengalami stres, hormon cortizol dikeluarkan di otak. Hormon ini mengatur keseimbangan neurokimia otak, yaitu mengubah kadar hormon dan mengganggu keseimbangan kelenjar di bawah otak yang menjadi kunci utama terjadinya siklus reproduksi. Akupuntur dapat melawan efek stres dan cortizol dengan mengeluarkan endorfin di otak, yang mengerahkan efek menenangkan dan berbuntut pada lenyapnya gejala-gejala stres.

Ketidakseimbangan antara estrogen dan progesteron juga dapat mencegah kehamilan. Tanpa progesteron yang cukup, janin tak dapat melekat pada rahim. Begitu juga, tingginya kadar prolaktin, yaitu hormon yang memacu produksi ASI, dapat menghambat pembuahan. Akupuntur dapat langsung menstimulasi hypothalamus untuk menyeimbangkan hormon endokrin ini.

Selain itu, akupuntur juga dapat meningkatkan fertilitas dengan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh. Dengan metode ini, organ-organ reproduksi wanita mendapatkan makanan yang cukup sehingga dapat meningkatkan kepadatan dinding rahim. Tak hanya untuk wanita, akupuntur juga bermanfaat bagi pria yang mengalami impotensi, karena cara dapat melancarkan aliran darah sehingga mendongkrak kejantanan.      

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Washington Acupuncture Centre terhadap 10.000 pasien yang pernah menjalani pengobatan dan terapi selama tiga tahun untuk mengatasi impotensi, ternyata mereka yang menggunakan metode akupuntur mengalami kesembuhan sebesar 57%.