Go4HealthyLife.com, Jakarta - Jasa pelayanan kesehatan sudah menjadi semakin mahal akibat berbagai kebijaksanaan seperti izin penanaman modal di sektor kesehatan serta kebijaksanaan swadana rumah sakit pemerintah.

Menurut data Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia: biaya pelayanan kesehatan pemerintah naik 3,7 kali dalam kurun waktu 10 tahun

Seperti komoditi jasa lainnya, perhitungan bisnisnya pun makin menonjol mengikuti mekanisme pasar. Maka, bila masyarakat tidak mengikuti program asuransi kesehatan akan semakin terbatas kemampuannya untuk dapat membayar biaya sakit.

Mengalami sakit tidak pernah menjadi pilihan semua orang, tak hanya waktu yang tersita namun persiapan dana pun menjadi hal signifikan dalam menghadapinya. Setiap orang memiliki kemungkinan, dan adalah sebuah pilihan ketika seseorang memutuskan untuk mendesain persiapan bagi diri sendiri maupun keluarga yang dicintai.

Memahami pentingnya persiapan komprehensif sejak dini untuk mengatasi sakit tak terduga tersebut, Asuransi Cigna merilis produk asuransi  HospitaLife, sebuah produk yang mengombinasikan asuransi rawat inap sekaligus jiwa, dikemas dengan premi terjangkau yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan nasabah.

“Kami ingin selalu memberikan perlindungan secara menyeluruh dengan premi terjangkau yang dapat diperoleh masyarakat luas, manfaat yang mencakup kebutuhan, serta didistribusikan melalui metode yang moderen dengan telemarketing untuk memudahkan masyarakat mendapatkan perlindungan,” ujar Christine Setyabudi, Chief Executive Office Asuransi Cigna saat peluncuran produk di Jakarta, baru-baru ini.

Secara garis besar, setiap orang dapat menderita penyakit yang memang dapat diprediksi dimana berkaitan erat dengan gaya hidup, termasuk pola makan, olahraga dan istirahat. Dalam kesehariannya, jika elemen-elemen tersebut tidak seimbang di tengah padatnya aktivitas, tubuh akan mengalami penurunan daya tahan yang menyebabkan mudahnya terserang penyakit dan berakhir dengan perawatan di rumah sakit.

Namun bagaimana ketika kita dengan percaya diri tinggi merasa selalu sehat dan menganggap semua sakit yang diderita di kemudian hari dapat diatasi dengan mudah, lalu suatu hari tanpa ada keluhan sedikit pun kita jatuh tidak berdaya tanpa persiapan apapun?

Hal itulah yang dialami Pepeng, saat didiagnosis penyakit autoimun, Multiple Sclerosis yang membuat tubuh bagian bawahnya lumpuh.

“Saat awal menderita penyakit ini, tidak ada gejala apapun, semua serba tiba-tiba, dan tidak ada persiapan signifikan. Ini yang menjadi pendorong saya untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya memiliki persiapan sedini mungkin menghadapi sakit yang tidak pernah diundang,” tegas Pepeng yang didaulat menjadi Duta Cigna HospitaLife.

Dalam kesempatan yang sama, Th. Wiryawan, Chief Marketing Officer Cigna menjelaskan, nasabah Cigna HospitaLife dapat menerima manfaat, antara lain santunan rumah sakit termasuk rawat inap dan ICU, penggantian biaya operasi hingga 20 kali lipat dari santunan rawat inap, fasilitas ambulan lokal, jaringan Cigna Worldwide Service Assistance, dan santunan kematian, dengan premi mulai dari Rp 128.985 per bulan.

Dengan menggunakan sistem reimbursement, Cigna HospitaLife hadir sebagai mitra dalam menghadapi kondisi sakit yang tidak pernah terduga, tanpa membatasi apakah nasabah telah bergabung dengan asuransi lain atau tidak.

Untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan lebih kepada nasabah, termasuk proses klaim yang cepat, Cigna menghadirkan layanan Service on Saturday, konsep inovasi layanan dimana nasabah dapat mengajukan dokumen klaimnya pada hari Sabtu mulai pukul 09.00 – 14.00. Serta layanan Speedy Claim, dimana nasabah dapat mengajukan klaim dan dapat diganti hingga senilai Rp 5 juta dalam waktu kurang 30 menit