Go4HealthyLife.com, Jakarta - Infeksi yang tidak ditangani dengan segera pada penyandang diabetes dapat menyebabkan gangren (luka bernanah). Pada gangren, kulit dan jaringan di sekitar luka tersebut akan mati (nekrotik) dan mengalami pembusukan, sehingga daerah di sekitar luka tersebut akan berwarna kehitaman dan menimbulkan bau.
Untuk mencegah amputasi, kata dr.Em Yunir, SpPD KEMD, Staf Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSUPN Ciptomangunkusumo, perlu deteksi dini kelainan kaki diabetik harus dilakukan, bahkan sebelum timbulnya luka.
“Luka yang awalnya kecil jika tidak ditangani dengan segera akan menimbulkan infeksi dan cepat menyebar. Kadar gula dalam darah yang tinggi merupakan makanan bagi kuman yang akan berkembang biak dan menyebabkan infeksi bertambah buruk,” ujar Em Yunir dalam media edukasi tentang diabetes di Jakarta, belum lama ini.
Diabetes membuat kaki menjadi baal (kebas) atau mati rasa. Penderita sering tidak merasa nyeri jika kakinya terluka. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga agar kaki tetap sehat:
- Hindari berjalan telanjang kaki.
- Kunjungi podiatris secara teratur. Segera kembali begitu mendapatkan hasil pemeriksaan kaki yang mencurigakan.
- Jangan mencoba melepas atau menipiskan kalus (penebalan pada kulit) sendiri dengan menggunakan pisau, silet atau bahan-bahan kimia,
- Menjaga kaki agar terhindardari trauma panas. “Jika akan mandi menggunakan air panas, periksa suhu air dengan siku lengan, atau menggunakan termometer. Suhu air sebaiknya di bawah 45 derajat Celcius,” kata Yunir.
- Jangan pajankan panas langsung ke kaki. Matikan selimut elektrik dan jauhkan botol air panas sebelum tidur.
- Jauhkan kasur dari penghangat dinding dan pipa air panas.
- Jangan hangatkan jari kaki di depan perapian atau menggunakan botol air panas, pemanas listrik.
- Cegah kulit kaki kering dengan menggunakan krim pelembab
- Jika terjadi masalah (kulit kering, kulit bersisik, kulit pecah, luka, kutil, kaki atlit atau trauma), carilah bantuan dari dokter atau podiatris. Jangan mencoba mengobat penyakit sendiri, kecuali untuk pertolongan pertama yang sederhana.
Alas Kaki
• Buanglah kerikil atau pasir yang mungkin terdapat di dalam sepatu sebelum menggunakan sepatu.
• Gunakan tangan untuk mendeteksi adanya bagian yang kasar di dalam sepatu.
• Jika rumah sakit memberikan sepatu, harapdigunakan sepanjang waktu.
• Jika sepatu telah rusak, segera perbaiki atau ganti dengan yang baru. Jika sepatu bermasalah, carilah bantuan.
Tanda Bahaya
Periksalah kaki setiap hari untuk mencari adanya:
• Perubahan warna dan suhu kulit
• Nyeri atau rasa tidak nyaman
• Robekan di kulit
• Bengkak
• Kalus (penebalan pada kulit)
Edukasi Perawatan Kaki Selama Liburan
Jika ingin melakukan perjalanan, sejumlah hal berikut ini perlu diperhatikan penyandang diabetes:
• Pakailah sepatu yang dapat diatur kekencangannya yang dapat mengakomodir bengkak
• Gunakan kursi roda apabila mempunyai masalah kaki
• Jika menggunakan mobil, beristirahatlah secara sering untuk meregangkan tungkai.
Menggunakan Pesawat
• Biarkan banyak waktu saat di bandara
• Jangan membawa barang-barang berat, gunakan troli
• Gunakan kursi roda jika mempunyai masalah pada kaki
• Mintalah kursi yang dekat jalan penumpang, berjalan kakilah setiap 30 menit untuk mencegah bengkak
• Jangan sampai dehidrasi, usahakan banyak minum
• Pakailah sepatu yang dapat diatur kekencangannya
• Berhati-hatilah terhadap troli yang didorong oleh penumpang lain yang terburu-buru
Saat Berlibur
• Pasir yang panas dan batu yang tajam atau pecahan kaca dapat menyebabkan luka yang serius. Gunakan sendal plastik saat di pantai dan di laut
• Gunakan tabir surya atau lindungi diri dari pajanan sinar matahari
• Oleskan krim pada kulit yang kering
Pertolongan Pertama (P3K)
• Bawalah kotak P3K saat liburan yang berisi plester, balutan steril, perban, tip dan krim antiseptik
• Bersihkan dan lindungi semua luka ringan
• Periksa luka setiap hari. Mencari bantuan jika luka menjadi semakin buruk
Alas Kaki Saat Liburan
• Hindari menggunakan sepatu baru saat liburan. Gesekan pada sepatu baru mungkin dapat menyebabkan luka.
• Jika mempunyai sepatu dari rumah sakit, gunakanlah saat liburan
• Gunakan kaus kaki untuk mencegah luka
Kenali Tanda-tanda Bahaya Infeksi
Jika luka menjadi:
• Lebih basah dibanding biasanya dengan jumlah sekret yang meningkat pada balutan
• Perubahan warna menjadi kemerahan, kebiruan atau warna lebih gelap atau retakan merah pada tungkai. Anda sebaiknya kuatir adanya infeksi
• Bengkak di sekitar ulkus (luka)
• Jika kaki menjadi lebih hangat dibanding kaki lainnya. Jika tidak dapat melihat kaki secara jelas, mintalah bantuan orang lain untuk memeriksa kaki
anda adanya tanda bahaya infeksi. Semakin awal infeksi diobati semakin mudah untuk mengontrolnya. Usahakan minta bantuan di hari yang sama secepat mungkin.
Apa yang harus dilakukan ketika mengalami infeksi?
• Jika kaki mengalami infeksi, ini merupakan masalah paling serius yang dapat menghancurkan kaki Anda
• Tetap di ranjang atau sofa dengan kaki di atas
• Jika di ranjang, tumit perlu dilindungi. Juga yakinkan kaki tidak tertekan ujung ranjang
• Jika diizinkan untuk duduk di kursi, letakkan kaki di atas kursi yang dilapisi bantal
• Hubungi dokter atau perawat sesekali jika tungkai menjadi lebih nyeri atau jika merasa panas, gemetar atau tidak sehat
• Beberapa pasien diabetes rentan untuk mengalami infeksi. Ketika sembuh dari infeksi ini penting bagi Anda untuk terus memperhatikan kaki di masa depan, untuk mencegah infeksi berulang.