Go4HealthyLife.com, Jakarta - Jika suatu ketika Anda melakukan pemeriksaan vagina, cobalah minta dokter untuk menggunakan gel pelumas.

Menurut sebuah studi baru, tiga dari 10 wanita tidak merasakan sakit selama pemeriksaan di vagina ketika spekulum diolesi dengan gel, sementara hanya satu dari 10 yang merasakan bebas nyeri saat  pelumas konvensional digunakan.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan  gel tidak akan mengganggu hasil tes, kata Dr Oz Harmanli, seorang ahli kebidanan dan kandungan di Baystate Medical Center di Springfield, Massachusetts,  yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut. "Masuk akal untuk menggunakannya," katanya kepada Reuters Health. "Disarankan dokter ahli kandungan untuk melakukannya."

Dr D. Ashley Hill, yang bekerja pada studi ini, mengatakan penting bagi dokter untuk membuat pemeriksaan vagina senyaman mungkin bagi perempuan.

"Saya khawatir bahwa jika wanita memiliki pengalaman tidak nyaman mereka tidak akan kembali lagi, dan mereka bisa kehilangan sesuatu yang penting, seperti penyakit menular seksual atau kanker,” kata dia.

Hill, seorang dokter kebidanan dan kandungan di University of Central Florida College of Medicine, Orlando sekaligus direktur medis di kelompok obgyn Loch Haven menyatakan buku panduan dan sekolah kedokteran mengajarkan para dokter dan petugas kesehatan lainnya untuk menggunakan air guna melumasi spekulum, alat yang digunakan untuk membuka vagina.

Banyak wanita mengeluhkan prosedur itu tidak nyaman, katanya, dan ia ingin menguji apakah gel bisa membuat (pemeriksaan vagina) menjadi kurang menyakitkan.

Hill menanyai  119 perempuan untuk menilai tingkat rasa sakit pada skala 10-poin saat  dimasukkan spekulum tersebut. Untuk setengah dari wanita, yang dipilih secara acak, ia menggunakan air dan sisanya dengan gel. Kelompok gel melaporkan nyeri berkurang dengan skala 1,4 dibandingkan dengan 2,15 untuk kelompok air.

“Perbedaannya kecil,” kata Hill, “sulit untuk mengatakan apakah wanita benar-benar akan mampu mendeteksi pengurangan rasa sakit. Apa yang membuat saya berpikir bahwa perbedaan (sakit) yang nyata adalah sepertiga  wanita mengaku mereka tidak merasa sakit sama sekali (saat pemeriksaan vagina)," kata Hill. Para wanita ini menggunakan speculum yang dilapisi gel.

Sebaliknya, hanya sepersepuluh dari wanita tidak merasakan sakit dengan spekulum yang disemprot dengan air.

Harmanli mengatakan bahwa secara fisiologis, gel harus mengurangi gesekan dan lebih kompatibel dengan vagina.  "Saya tidak dapat memasukkan apa pun di dalam vagina tanpa pelumas. Saya tahu pasien saya menghargainya," kata Harmanli.  Tapi dokter lain mungkin tidak setuju.

Hill dan rekannya menulis dalam jurnal Obstetrics and Gynecology bahwa ada keyakinan gel dapat mengganggu  pengujian pap smear dan skrining untuk penyakit menular seksual, mencegah penyedia perawatan kesehatan untuk menggunakannya.

Hill mengungkapkan ada bukti yang menunjukkan gel yang tidak mempengaruhi hasil tes. "Saya ingin dokter dan bidan dan praktisi perawat untuk melihat tidak ada alasan untuk melakukan pemeriksaan spekulum tanpa pelumas," katanya.

Perempuan juga diminta proaktif soal ini. "Jika saya seorang pasien, saya akan meminta dokter saya, 'Hei, bisakah Anda menaruh sedikit gel pada spekulum itu?" Saya tidak berpikir dokter manapun akan menolaknya, "kata Hill.