
Go4HealthyLife.com, Jakarta - Kehamilan dan persalinan yang tidak aman dapat menempatkan ibu pada kondisi disfungsi dasar panggul, salah satunya dapat menimbulkan prolaps organ panggul.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kerusakan otot levator ani berkaitan dengan riwayat persalinan melalui vagina (lahir secara normal), kerusakan tersebut menimbulkan berbagai gejala yang dapat mengganggu kualitas hidup seperti inkontinensia urin, inkontinensia alvi, prolaps organ panggul dan disfungsi seksual.
Salah satu faktor risiko yang dapat mempengaruhi terjadinya kerusakan otot dasar panggul terdiri atas faktor risiko demografik, yang meliputi usia ibu, ras, paritas, dan indeks massa tubuh sedangkan faktor risiko obstetrik meliputi usia ibu saat persalinan pertama, cara persalinan, lamanya kala dua, taksiran berat janin, episiotomi, dan robekan perineum.
Dr. Budi Iman Santoso, SpOG (K), spesialis kebidanan dan kandungan RSCM menjelaskan sebenarnya, permasalahan ini memerlukan peningkatan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kehamilan yang baik, mempertinggi akses layanan dan fasilitas kesehatan.
Menurut penelitian diperkirakan 2,5% dari seluruh persalinan Caesar dilakukan atas permintaan ibu tanpa adanya indikasi medik, karena rasa khawatir akan terjadinya disfungsi dasar panggul setelah menjalani persalinan normal. “Padahal, persalinan Caesar tanpa indikasi hanya mampu melindungi 1 dari 7 ibu yang akan mengalami kerusakan otot levator ani akibat persalinan normal. Sedangkan, risiko mortalitas (kematian) dan morbiditas (kecacatan) persalinan Caesar meningkat lima kali dibanding persalinan normal. Belum lagi, risiko pasca melahirkan dan masa rawat inap yang lebih lama,” ujar Budi di Jakarta, baru-baru ini.
Budi menambahkan, salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kerusakan otot dasar panggul, yaitu melakukan suatu sistem skoring terkini yang dapat dipakai untuk memprediksi terjadinya kerusakan otot dasar panggul.
Saat ini, metode skoring baru dikembangkan di RSCM Kencana. Bila skoring menunjukkan risiko kerusakan otot dasar panggul adalah rendah, maka pasien dapat diyakinkan untuk memilih persalinan normal tanpa ada rasa khawatir mengalami disfungsi dasar panggul.