Go4HealthyLife.com - Ways to healthy living through CARE & CURE - http://www.go4healthylife.com
Waspadai Ancaman Nyata Kanker Mulut Rahim
http://www.go4healthylife.com/articles/5030/1/Waspadai-Ancaman-Nyata-Kanker-Mulut-Rahim/Page1.html
 Redaksi Go4HealthyLife.com
 20 Februari 2012
 
Inovasi dan skrining terpadu dalam mendeteksi kelainan kandungan merupakan salah satu pilar penting dalam meningkatkan derajat kesehatan perempuan, salah satunya untuk pencegahan kanker serviks (mulut rahim).

Go4HealthyLife.com, Jakarta - Inovasi dan skrining terpadu dalam mendeteksi kelainan kandungan merupakan salah satu pilar penting dalam meningkatkan derajat kesehatan perempuan, salah satunya untuk pencegahan kanker serviks (mulut rahim).

"Kanker mulut rahim merupakan kanker pada wanita yang paling tinggi kejadian maupun angka kematiannya. Di Indonesia didapatkan 40-45 kasus baru dengan 20-25 kematian akibat kanker mulut rahim setiap harinya atau 1 kematian setiap jamnya,“ demikian kata Dr.dr.Junita Indarti, SpOG, spesialis kebidanan dan kandungan dari RSCM dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Penyebab kanker mulut rahim adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV), karena pada 99,7% spesimen kanker mulut rahim didapatkan DNA HPV tipe onkogenik atau risiko tinggi. Delapan puluh persen perempuan yang telah melakukan hubungan seksual berpotensi terinfeksi virus ini.

Akan tetapi infeksi HPV dapat sembuh dengan sendirinya (regresi) dalam 1-2 tahun, karena sifatnya yang transien dan antara lain juga karena adanya peran sistem kekebalan tubuh, namun infeksi HPV risiko tinggi yang menetap (persisten) dapat mengarah pada kanker mulut rahim apabila tidak diobati secara baik dan benar.

HPV risiko tinggi dapat menyebabkan kelainan yang disebut prakanker yang dapat berkembang dari tahap prakanker pada usia sekitar 30 tahun dan akhirnya menjadi kanker pada usia sekitar 40-50 tahun. Untuk menjawab permasalahan kesehatan perempuan tersebut, ada metode terkini yang dapat dilakukan untuk deteksi dini kanker mulut rahim, yaitu gabungan antara sitologi berbasis cairan dengan pemeriksaan HPV DNA genotyping test yang akurasinya sangat baik.

“Prakanker serviks hampir tidak memiliki gejala dan cara pencegahan sekunder yang dapat dilakukan adalah melalui skrining alias penapisan, antara lain dengan pemeriksaan pap smear atau dengan sitologi berbasis cairan. Apabila didapatkan hasil skrining positif/abnormal maka dilanjutkan dengan pemeriksaan kolposkopi," ujar Junita.

Kolposkopi digunakan untuk melihat jaringan mulut rahim dengan cara pembesaran dan pencahayaan sehingga dapat melihat kelainan/ prakanker yang ada di mulut rahim.

Pemeriksaan ini berlangsung selama kurang lebih 15 menit, tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak memerlukan anestesi. Bila ditemukan kelainan yang diduga prakanker maka tindakan akan dilanjutkan dengan biopsi, dimana jaringan yang di biopsi akan diperiksa secara histopatologi untuk menentukan terapi selanjutnya.

"Pada umumnya tindakan terapi pada lesi prakanker mulut rahim adalah eksisi yaitu mengambil jaringan yang sakit tersebut dengan alat diathermy loop, yang dapat dilakukan di fasilitas rawat jalan dan dengan angka kesembuhan hampir mendekati 100%," tutup Junita.