Go4HealthyLife.com, Jakarta - Tahukah Anda, kini sel telur yang dimiliki oleh seorang perempuan pun bisa diperiksa berapa jumlahnya? Jadi tidak cuma sperma laki-laki saja yang bisa 'dihitung'.

Peneliti Australia melakuan tes hormon sederhana untuk mengetahui seberapa banyak jumlah sel telur yang ada di dalam indung telur seorang perempuan. Hal ini juga bisa membantu perawatan kesuburan bagi pasangan yang ingin memiliki anak, terutama membantu keberhasilan dari proses bayi tabung.

"Tes darah ini disebut dengan 'egg timer' dan secara akurat dapat memprediksi tingkat ovum dari seorang perempuan berdasarkan hormon kesuburan tertentu. Dan ini adalah suatu kemajuan yang besar," ujar Petrus Illingworth, direktur medis IVF Australia seperti dikutip dari AFP, Senin (22/2/2010).

Illingworth menuturkan pengujian yang dilakukan ini bisa mengidentifikasi para perempuan muda yang berisiko sulit memiliki anak ketika usianya semakin bertambah.

Selain itu juga bisa mengidentifikasi perempuan yang akan mengalami menopause dini, sehingga dapat merencanakan perawatan kesuburan yang diperlukan untuk membantunya lebih mudah memiliki anak.

Pemeriksaan sel telur ini disebut dengan tes anti-mullerian hormon (AMH). Illingworth menuturkan untuk saat ini masih dibutuhkan biaya yang besar untuk melakukan pemeriksaan jumlah sel telur ini.

"Perempuan yang pernah menjalani pengobatan kanker, endometriosis atau pernah melakukan operasi yang berhubungan dengan ovarium bisa mendapatkan manfaat dengan melakukan tes ini.  Tes ini dapat mengetahui dengan pasti apakah jumlah sel telurnya cukup atau justru terlalu sedikit yang membuatnya sulit untuk hamil," jelasnya.

Selain bisa mengetahui jumlah sel telur yang dimiliki, tes ini juga bisa menghemat biaya yang harus dikeluarkan dalam melakukan proses bayi tabung. Karena dari hasil tes ini juga bisa diketahui seberapa besar keberhasilan dari proses bayi tabung yang akan dilakukan oleh pasangan tersebut.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tingkat kehamilan lebih rendah ditemui pada perempuan yang memiliki tingkat AMH yang rendah. Hal ini membuat beberapa ilmuwan percaya bahwa AMH bisa menjadi penanda yang baik dalam mengetahui jumlah sel telur yang dimiliki, karena kadar AMH akan menurun seiring dengan bertambahnya usia seorang perempuan.

Seorang perempuan rata-rata dilahirkan dengan memiliki 1-2 juta sel telur di dalam indung telurnya, sel telur ini akan keluar setiap bulannya saat menstruasi hingga perempuan tersebut mengalami menopause.

Perempuan yang berusia 20-an tahun akan memiliki sel telur sebanyak 200.000. Tapi jumlah ini akan semakin berkurang saat memasuki usia 30-an tahun dan jumlahnya menjadi tinggal 2.000 saja saat berusia 40 tahun.