Go4HealthyLife.com, Jakarta - Tike Priatnakusumah, presenter dan penyiar radio yang bertubuh subur itu kini tampil lebih fresh. Ternyata ibu satu anak ini berhasil mengurangi berat badan sebanyak 17 kg dalam 6 bulan.

Saat menjalani program penurunan berat badan yang diselenggarakan oleh PT Roche Indonesia pada Januari silam, berat badan Tike 99,4 kilogram. Enam bulan kemudian, presenter yang selalu tampil ceria ini berhasil menguranginya menjadi 77,4 kg.  Indeks massa tubuh (IMT) juga menurun dari 41,4 menjadi 33,95. Sedangkan lingkar pinggang mengecil ke angka 93 dari 119 cm.

“Targetnya sih ingin ke 70 kg atau 65 dalam tahun ini. Saya merasa lebih bugar dan sehat dengan mengurangi berat badan,” kata Tike (34) saat ditemui di sela-sela acara  peluncuran program Bye Bye Big di Jakarta, hari ini.

Tike mengaku sejak kecil memang bertubuh gemuk, dan sangat doyan makan. “Saya ini doyan makan banget. Bangun tidur saja jam satu atau 2 dinihari bisa menelpon restoran siap saji yang bisa mengirimkan makanan ke rumah. Suami saya juga doyan makan jadi kloplah,” akunya.

Kebiasaan doyan makan dan ngemil itu tak dibarengi dengan olahraga sehingga berat badannya tidak terkontrol. “Yang membuat saya takut, dokter mengatakan saya tidak lagi masuk kategori obese (kegemukan), namun sudah di atasnya. Tubuh saya setengahnya terdiri dari lemak. Waduh, saya takut juga. Akhirnya itulah yang memotivasi saya untuk turun berat badan. Bukan semata buat penampilan, tapi ingin lebih sehat,” ujar Tike.

Pola makan Tike kini jauh lebih teratur dan terkontrol. “Ada karbohidrat, protein, serat dan lain-lain. Tapi harus diimbangi dengan olahraga. Saya disarankan kardio. Awalnya 30 menit sehari, kini porsinya  ditingkatkan jadi 75 menit per hari,” ujar perempuan dengan tinggi 151 cm.

Sebelum menemukan program penurunan berat badan dengan cara sehat, Tike mengaku sempat menjalani beragam program penurunan berat badan, mulai dari suntik langsing hingga terapi cubit. “Sifatnya sementara. Habis itu (berat badan) naik lagi,” imbuhnya.

Dia menambahkan, “Diet itu memang harus sabar. Karena program penurunan berat badan adalah suatu hal yang membosankan. Perlu waktu, tidak bisa instan.”

Tike menjalani serangkaian program penurunan berat badan dengan mengikuti pengaturan pola makan, berolahraga, dan farmakoterapi (penggunaan obat anti-obesitas) di bawah pengawasan dokter. Tike mengungkapkan bahwa sukses berdiet harus disertai perasaan kenyang dan nyaman.