Go4HealthyLife.com, Jakarta - Sekitar 300 juta orang penduduk dunia menderita kelainan atau penyakit tiroid (gondok) seperti akibat kekurangan asupan iodium, gangguan fungsi tiroid, kanker tiroid, dan lain-lain.

Penderita dengan kelainan atau penyakit tiroid banyak ditemukan di Indonesia. Bila tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan komplikasi yang membahayakan kehidupan dan penurunan kualitas hidup.

Kelenjar tiroid merupakan kelenjar mirip kupu-kupu di batang tenggorok, yang memiliki fungsi utama untuk pengaturan metabolisme tubuh, pertumbuhan otak serta saraf.

Dalam keadaan normal, kelenjar tiroid tidak terlihat dan hampir tidak dapat diraba. Gangguan tiroid sering kali dimulai dengan pembesaran kelenjar tiroid yang tidak menimbulkan nyeri. Jika diraba, kelenjar terasa membesar, teksturnya seperti karet tidak lembut, kadang terasa benjol-benjol.

Meski awalnya pasien tak merasakan gejala, penyakit akan berjalan terus hingga keadaan menjadi nyata dan muncul keluhan.

Salah satu penyakit tiroid autoimun ialah tiroiditis autoimun yang sering disebut sebagai tiroiditis Hashimoto, suatu peradangan kelenjar tiroid yang sering menyebabkan hipotiroid subklinis (tidak menunjukkan gejala) dan hipotiroidisme nyata.

Menurut Dr.dr. Imam Subekti, SpPD-KEMD dari RSCM, tiroiditis autoimun merupakan suatu proses akibat tubuh gagal mengenali bagian tubuhnya sendiri. "Dengan kata lain, tubuh justru menyerang sel sendiri. Dalam hal ini kelenjar tiroid. Kelainan ini sering terjadi pada wanita dan dapat menyebabkan hipertiroid atau hipotiroidisme atau keduanya, sehingga disebut penyakit autoimun," ujar Imam dalam temu media di Jakarta, Selasa (9/10).

Tiroiditis Hashimoto sering ditemukan pada perempuan usia lanjut dan cenderung diturunkan. Penyakit ini sering dimulai dengan pembesaran kelenjar tiroid yang tidak menimbulkan nyeri atau rasa penuh di leher. Jika diraba, kelenjar terasa membesar, teksturnya seperti karet tetapi tidak lembut, kadang terasa berbenjol-benjol.

Pada awalnya, pasien tidak merasakan keluhan nyata kecuali dengan adanya pembesaran kelenjar tiroid. Apabila tidak terdeteksi, penyakit akan berjalan terus hingga keadaan hipotiroidisme menjadi nyata. Barulah muncul keluhan akibat kekurangan yodium dan membawa pasien mencari pertolongan.

Pengobatan hipotiroid sampai saat ini tidak mengobati autoimun yang dialami, namun lebih pada melakukan pencegahan supaya tidak terjadi komplikasi, papar Imam. Komplikasi yang sering terjadi seperti arterosklerosis bahkan serangan jantung.