Go4HealthyLife.com, Jakarta - Para penderita stroke biasanya tak dapat beraktivitas normal seperti sedia kala setelah mereka dinyatakan pulih dari penyakit ini. Hal itu disebabkan oleh gangguan pada fungsi otak menyusul terhentinya pasokan darah ke otak akibat pecahnya atau penyumbatan pembuluh darah.
Namun, fungsi otak ini ada harapan dapat dipulihkan kembali dengan terapi vitamin B3. Meski penelitian ini baru dilakukan pada tikus, tapi setidaknya pemberian beberapa dosis vitamin B3, yang juga dikenal dengan sebutan niacin, ini memunculkan asa baru bagi upaya pemulihan fungsi otak pascastroke.
Para peneliti dari Henry Ford Hospital mengatakan bahwa tikus yang mengalami stroke iskemik, yaitu stroke yang diakibatkan oleh terhentinya pasokan darah pada otak, menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan pembuluh darah dan sel saraf baru setelah dilakukan terapi vitamin B3. Stroke iskemik adalah jenis stroke yang paling umum ditemukan, yang terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah sehingga darah tak sampai ke otak.
Pihak rumah sakit saat ini tengah menguji terapi vitamin B3 ini terhadap pada pasien stroke, demikian keterangan tertulis dari Henry Ford Health System.
"Jika tindakan ini dapat memberikan bukti dan juga dapat bekerja baik pada manusia, kita akan segera mendapatkan manfaat dari perawaan murah untuk pasien stroke," kata Michael Chopp, direktur sains di Henry Ford Neuroscience Institute.
Tim peneliti mengatakan bahwa niacin sudah diketahui sebagai terapi efektif untuk meningkatkan kadar kolesterol baik, yang biasanya langsung anjlok tak lama setelah stroke menyerang.
Hasil dari studi ini juga diharapkan dapat diaplikasikan pada pengobatan saraf lainnya, termasuk cedera otak.