Go4HealthyLife.com, Jakarta - Meskipun harapan hidup lebih besar, namun orang dewasa kini secara metabolisme kurang sehat dibandingkan generasi sebelumnya. Dengan kata lain, generasi muda kini cenderung tidak peduli dengan kesehatan.

Itulah kesimpulan dari sebuah studi kohort besar dari Belanda yang membandingkan pergeseran generasi dalam berbagai faktor risiko metabolik yang sudah diketahui terkait erat dengan penyakit kardiovaskular.

Menilai tren, para peneliti menyimpulkan bahwa "generasi kini cenderung melakukan hal yang lebih buruk” dan mengingatkan "bahwa prevalensi faktor risiko metabolik dan paparan seumur hidup untuk mereka telah meningkat dan mungkin akan terus meningkat".

Penelitian yang dipublikasikan di European Journal of Preventive Cardiology, menganalisis data lebih dari 6.000 orang di Doetinchem Cohort Study.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kelebihan berat badan, obesitas, dan hipertensi meningkat seiring pertambahan usia di semua generasi, tetapi secara umum generasi kini memiliki prevalensi lebih tinggi dibandingkan faktor-faktor risiko dari generasi yang lahir sepuluh tahun sebelumnya.

Sebagai contoh, 40% dari laki-laki yang berada di usia 30-an diklasifikasikan sebagai kelebihan berat badan, 11 tahun kemudian prevalensi kelebihan berat badan pada generasi kedua laki-laki berusia 30-an telah meningkat menjadi 52%.

Pada wanita perubahan yang tidak menguntungkan dalam berat hanya terlihat antara generasi yang lahir belakangan, di mana prevalensi obesitas dua kali lipat hanya dalam 10 tahun.

Apa arti temuan ini bagi kesehatan masyarakat? Pertama penulis Gerben Hulsegge dari Institut Nasional Belanda untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan menekankan dampak obesitas pada usia lebih muda. "Sebagai contoh," ia menjelaskan, "prevalensi obesitas pada generasi termuda kita dari pria dan wanita pada usia rata-rata 40 adalah sama dengan generasi tertua pada usia rata-rata 55. Ini berarti bahwa generasi yang lebih muda adalah ' lebih maju 15 tahun’ dari generasi tua dan akan terkena obesitas untuk waktu yang lama Jadi penelitian kami pertama menyoroti kebutuhan untuk berat badan yang sehat, dengan mendorong peningkatan aktivitas fisik dan diet seimbang, khususnya di kalangan generasi muda,” kata Hulsegge.

Hulsegge menambahkan, "Temuan ini juga berarti bahwa, karena prevalensi merokok di negara-negara berpenghasilan tinggi menurun, kita cenderung melihat pergeseran penyakit tidak menular dari penyakit yang berhubungan dengan merokok seperti kanker paru-paru untuk penyakit terkait obesitas seperti diabetes.”

Ia menambahkan, penurunan prevalensi merokok dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan sekarang menjadi kekuatan pendorong penting di balik harapan hidup lebih besar dari generasi muda, dan kemungkinan bahwa angka harapan hidup dalam waktu dekat akan terus meningkat. “Namun sebagai akibat dari tren obesitas saat ini, tingkat kenaikan harapan hidup mungkin melambat, meskipun sulit untuk berspekulasi tentang itu,” pungkas Hulsegge seperti dilansir Femalefirst.