Go4HealthyLife.com, Jakarta - Para ibu yang baru memiliki bayi untuk pertama kalinya kerap merasakan kebingungan. Mungkin kurang informasi atau justru banyaknya informasi yang datang padanya, yang sayangnya banyak yang keliru.

Satu hal yang paling sering ditanyakan adalah mengenai perlu tidaknya membangunkan bayi untuk menyusu. Banyak yang bilang setiap sekian jam bayi harus dibangunkan untuk menyusu, namun tak sedikit juga yang menentang hal ini. Lantas, mana yang benar?

Menurut konsultan laktasi Elizabeth LaFleur, R.N, perlu tidaknya bayi dibangunkan untuk menyusu tergantung pada kondisi bayi itu sendiri. Bayi yang baru lahir sering kali kehilangan  berat badan dalam beberapa hari setelah dia dilahirkan. Sampai si bayi mendapatkan kembali beratnya yang hilang, biasanya dalam 10 hari hingga dua minggu setelah lahir, penting artinya untuk memberinya susu (ASI) minimal setiap tiga jam sekali.

Nah, itu berarti Anda harus membangunkan si bayi untuk menyusu, khususnya jika berat badannya turun lebih dari 10% dari berat lahir. Saat si bayi sudah mendapatkan berat yang cukup, umumnya tak masalah menunggu dia bangun sendiri untuk menyusu.

Namun harap diingat bahwa bayi prematur lebih banyak atau sering menyusu untuk jangka waktu lama dibandingkan bayi yang lahir cukup umur. Jika Anda cemas denga pola menyusu pada bayi atau pertambahan berat badannya, segera konsultasikan dengan dokter.

Jika menyusui menjadi hal yang menyiksa atau Anda kesulitan memberikan ASI bagi bayi, mintalah bantuan konsultan laktasi, khususnya jika menyusui terasa menyakitkan atau bayi tak mengalami kenaikan berat badan. Meskipun puting Anda terasa lembek dalam beberapa minggu pertama, menyusui seharusnya tidak menyakitkan.