Go4HealthyLife.com, Jakarta - Tanda dan gejala dari hasil gigitan serangga dihasilkan dari gigitan racun atau zat lain dalam kulit. Racun menyebabkan nyeri dan kadang-kadang memicu reaksi alergi.

Tingkat keparahan reaksinya tergantung pada sensitivitas seseorang terhadap racun serangga atau substansinya dan apakah ia disengat atau digigit lebih dari sekali.

Kebanyakan reaksi yang dihasilkan gigitan serangga tergolong ringan, hanya menyebabkan sedikit rasa gatal yang mengganggu atau sensasi menyengat hingga pembengkakan ringan yang akan hilang dalam satu atau dua hari.

Sebuah reaksi yang terntunda dapat menyebabkan demam, gatal-gatal, nyeri sendi, dan pembengkakan kelenjar. Anda mungkin mengalami reaksi langsung maupun tertunda akibat gigitan serangga atau sengatan yang sama. Hanya sebagian kecil orang yang mengembangkan reaksi parah (anafilaksis) terhadap racun serangga.

Tanda dan gejala dari reaksi parah di antaranya mual, pembengkakan wajah, sulit bernapas, nyeri perut, penurunan tekanandan sirkulasi darah (syok), demikian menurut Mayoclinic.com.

Gigitan dari lebah, lebah raksasa (hornets), tawon, dan semut api biasanya adalah yang paling parah. Gigitan dari nyamuk, lalat, semut, laba-laba, dan beberapa jenis kalajengking juga dapat menyebabkan reaksi. Kalajengking dan gigitan semut tertentu juga dapat sangat parah. Meskipun jarang, beberapa serangga dapat membawa virus seperti West Nile atau penyakit Lyrne.

Untuk infeksi ringan, lakukan sejumlah hal berikut:
• Pindahkan orang tersebut ke daerah yang aman untuk menghindari sengatan lanjutan.
• Hilangkan senar/jarum penusuk, terutama yang tertanam di kulit. Hal ini akan mencegah pengeluaran racun lebih banyak. Cuci daerah yang digigit dengan sabun dan air.
• Aplikasikan kompres dingin atau kain yang diisi es untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan lebih lanjut.
• Gunakan pereda nyeri seperti ibuprofen atau acetaminophen untuk meringankan rasa sakit akibat gigitan atau sengatan.
• Oleskan krim untuk meringankan rasa sakit dan menghentikan gatal. Krim yang mengandung bahan seperti hydrocortisone, lidokain, atau pramoxine dapat membantu mengontrol rasa sakit. Krim lainnya seperti lotion calamine atau yang mengandung oatmeal koloid atau baking soda, dapat membantu menenangkan kulit yang gatal.
• Jika memungkinkan, gunakan antihistamin yang mengandung diphenhydramine atau maleat chlorpheniramine (chlor-trimeton).
Reaksi alergi dapat berupa mual ringan, kram usus, diare, atau bengkak yang berdiameter lebih besar dari 4 inci (sekitar 10 cm), lebih besar dari ukuran bola bisbol. Temui dokter segera jika Anda atau orang lain mengalami salah satu dari tanda dan gejala di atas.

Sedangkan reaksi yang parah dapat memengaruhi lebih dari sekitar area gigitan serangga dan dapat berkembang dengan cepat. Hubungi bantuan darurat medis lain jika tanda dan gejala-gejala berikut terjadi:
• Kesulitan bernapas.
• Pembengkakan bibir atau tenggorokan.
• Pingsan
• Pusing
• Kebingungan
• Detak jantung cepat
• Gatal-gatal
• Mual, muntah

Ambil tindakan segera sambil menunggu bantuan medis datang.
1. Periksa obat yang mungkin dibawa oleh orang tersebut (untuk alergi) seperti autoinjector epinefrin (EpiPen, Twinject). Gunakan obat sebagaimana yang diarahkan, biasanya dengan menekan autoinjector di paha orang tersebut dan memegangnya tetap selama beberapa detik. Pijat tempat suntikan selama 10 detik untuk meningkatkan penyerapan.
2. Kendurkan pakaian yang ketat dan tutupi orang tersebut dengan selimut. Jangan berikan minum atau makanan apapun.
3. Miringkan posisi tubuhnya untuk mencegah tersedak jika ia muntah atau menimbulkan pendarahan dari mulutnya.
4. Mulai lakukan CPR (resusitasi) jika tidak ada tanda-tanda sirkulasi (napas, batuk, atau gerakan tubuh).
Jika dokter meresepkan autoinjector epinefrin, bacalah petunjuk yang ada sebelum masalahnya semakin bertambah parah dan Anda harus memberitahui petunjuk tersebut kepada anggota keluarga. Jika terjadi sesuatu, mereka bisa segera memberikan pertolongan.