
Go4HealthyLife.com, Jakarta - Kaum laki-laki yang di tempat kerjanya mendapat sorotan sinar matahari cukup banyak akan mendapat manfaat kesehatan lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang tempat kerjanya lebih mengutamakan sinar lampu untuk penerangan.
Sebuah studi terbaru berhasil menguak fakta bahwa laki-laki akan memiliki risiko kecil terserang kanker ginjal jika di tempat kerjanya terpapar sinar matahari cukup banyak. Sementara rekan mereka yang bekerja di tempat yang kurang sinar matahari atau tidak ada sinar matahari sama sekali akan memiliki risiko lebih besar.
Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa vitamin D, yang berasal dari sinar matahari dan makanan serta suplemen tertentu, dapat mencegah munculnya sejumlah kanker. Vitamin D bermetabolisme dan paling aktif jika berada dalam ginjal.
Temuan terbaru ini melibatkan 1.097 laki-laki dan perempuan yang mengidap kanker ginjal dan 1.476 orang dalam kondisi sehat di Eropa. Dalam penelitian itu, para partisipan diwawancarai mengenai riwayat kerja mereka dan informasi demografi lainnya.
Laki-laki yang paling banyak terpapar sinar matahari di tempat kerjanya memiliki risiko 24% hingga 38% lebih rendah terkena kanker ginjal dibandingkan dengan rekan mereka yang di tempat kerjanya kurang mendapat sinar matahari.
Sementara keterkaitan antara paparan sinar matahari di tempat kerja dengan risiko kanker ginjal tak terlihat pada perempuan dalam studi yang diterbitkan secara online di jurnal
Cancer.
Hasil temuan itu menyebutkan paparan sinar matahari mungkin dapat mempengaruhi risiko kanker ginjal, namun alasan mengapa kondisi itu berbeda pada laki-laki dan perempuan masih misteri, kata Sara Karami dan koleganya dari the U.S. National Cancer Institute.
Mereka menawarkan beberapa penjelasan yang mungkin mengena: perbedaan hormonal dapat mempengaruhi bagaimana tubuh merespons sinar matahari; perempuan mungkin lebih sering menggunakan tabir surya; dan laki-laki mungkin sering tak mengenakan kemeja jika bekerja di luar ruang.
Menurut Karami dan kawan-kawan, temuan mereka itu masih perlu diterapkan pada penduduk lainnya dan perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui estimasi yang lebih baik mengenai paparan sinar matahari dalam jangka panjang dan asupan vitamin D terhadap risiko kanker ginjal.