Go4HealthyLife.com, Jakarta - Angka diabetes di Indonesia cenderung meningkat. Tanda peringatan untuk perempuan agar lebih memerhatikan berat badan proporsional.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 yang baru dirilis Kementerian Kesehatan menyebutkan tren penderita diabetes melitus tipe 2 (DM 2) cenderung naik paralel dengan meningkatnya proporsi obesitas, yaitu dari 18,8% tahun 2007 menjadi 26,6% di 2013.

Angka kejadian obesitas pada perempuan cenderung lebih tinggi dibanding laki-laki, yaitu naik dari 14,8% (2007) menjadi 32,9% (2013). Sedangkan kenaikan angka kegemukan pada laki-laki menjadi 19,7% dari sebelumnya 13,9%.

Angka kegemukan itu berimbas pada naiknya kejadian DM, pada perempuan 7,7% sedangkan pria 5,6% dari angka nasional sebesar 6,9%.

Kepala Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Trihono mengatakan  meningkatnya angka obesitas tersebut terkait dengan gaya hidup serba instan, makan banyak, dan jarang aktivitas fisik.

Ketua Umum Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Prof Sidartawan Soegondo menjelaskan, jika tidak diintervensi dengan baik diabetes menimbulkan komplikasi dan mengakibatkan kecacatan, bahkan kematian. Di antaranya luka yang sulit sembuh, bahkan bisa terjadi pembusukan pada kaki dan berakibat diamputasi.

Diabetes yang tidak dikontrol juga bisa memicu kebutaan dan katarak dini, gagal ginjal, penyumbatan pembuluh darah jantung yang pada akhirnya bisa menyebabkan penyakit jantung koroner atau dikenal luas sebagai serangan jantung.

Pada pria, diabetes yang tak dikelola bahkan bisa menyebabkan impotensi alias disfungsi ereksi.

Gejala diabetes yang bisa dideteksi antara lain sering haus, mudah lapar (padahal baru saja makan), sering berkemih, dan memiliiki riwayat kehamilan dengan kelahiran berat badan bayi di atas 4.000 gram atau 4 kg. Untuk mereka yang gemuk, lingkar perut di atas 80 cm pada wanita dan di 90 cm untuk pria perlu mewaspadai munculnya diabetes.