Go4HealthyLife.com, Jakarta -  Perempuan alergi dengan sperma sang suami sehingga menghalanginya untuk menikmati madunya cinta dan memperkecil peluang punya keturunan?

Ini bukanlah isapan jempol. Mungkin suatu ketika kita dengar pengantin wanita sepulang dari bulan madu malah mengalami diare, mata bengkak dan pembengkakan di perbatasan rektum dan sulit bernapas. Tebaklah. Ya, pengantin wanita yang malang ini mengalami alergi terhadap cairan semen sang suami.

Kondisi ini kerap disebut sebagai seminal plasma hypersensitivity atau hipersensitivitas cairan semen karena reaksi alergi ini dibawa oleh cairan sperma, bukan spermanya itu sendiri. Antara 20.000 hingga 40.000 perempuan di Amerika Serikat mengalami alergi semacam ini, setidaknya menurut Dr. Jonathan Bernstein dari University of Cincinnati. Penyebabnya masih diteliti, sejauh ini belum diketahui apakah perempuan yang mengalami alergi cairan sperma akan mengalami hal yang sama dengan semua laki-laki atau tidak.

Alergi cairan sperma bisa terjadi pada perempuan yang pertama kali melakukan senggama, namun juga bisa terjadi pada pada perempuan yang berulangkali melakukan seks dengan laki-laki yang sama untuk jangka waktu lama, kata Dr. David Resnick, direktur dari New York-Presbyterian Hospital.

Reaksi alergi ini dapat terjadi menyusul ketiadaan seks untuk jangka waktu tertentu, misalnya memulai lagi melakukan seks setelah masa nifas persalinan.

Karena hipersensitivitas terhadap cairan semen ini kurang umum, kerapkali hal ini dikelirukan dengan kondisi kesehatan vagina yang lain, bahkan ada yang menyangka sebagai gejala penyakit menular seksual. Kadang-kadang hal ini juga dapat menimbulkan konsekuensi serius. Pasien yang mendambakan anak dapat menggunakan teknik reproduksi buatan yang mencuci bersih sperma dari cairannya. Perempuan tersebut kemudian dibuahi dengan inseminasi buatan.

Terapi untuk alergi cairan sperma bervariasi, mulai dari pemakaian kondom, hingga penggunaan serangkaian injeksi untuk mengisolasi protein dari semen laki-laki. Tanyakan hal ini pada dokter kandungan dan kebidanan Anda ya.