Go4HealthyLife.com, Jakarta - Tak jarang, ibu hamil mengalami infeksi bakteri. Dalam kasus ini antibiotik umumnya dipakai untuk menyembuhkan infeksi. "Namun demikian pengobatan spesifik harus dipilih secara hati-hati dan cermat," saran Roger W. Harms, M.D., pekar kebidanan dan kandungan dari Mayoclinic.

Sejumlah antibiotik dipandang aman dikonsumsi selama kehamilan, sementara yang lainnya tidak. "Keamanan ini bergantung pada berbagai faktor, termasuk jenis antibiotik, usia kehamilan, berapa banyak serta lama penggunaan antibiotik," lanjut Harms.

Berikut ini sejumlah antibiotik yang dinilai aman dikonsumsi selama kehamilan, antara lain amoxicillin, ampicillin, clindamycin, erythromycin, dan penicillin.

Jenis antibiotik tertentu harus dihindari saat kehamilan, misalnya golongan tetrasiklin seperti doxycycline, tetracycline dan minocycline, yang dapat merusak liver ibu hamil, membuat noda pada gigi janin dan menyebabkan cacat lahir.

Patut dicatat adalah sebuah studi terbaru yang menghubungkan dua kelas antibiotik yang umumnya dipakai untuk mengobati infeksi saluran kencing,  derivatif nitrofuran dan sulfonamides, dengan cacat janin langka. Meskipun tidak ada keterkaitan langsung antara jenis antibiotik tersebut dengan cacat lahir pada janin, namun riset lanjutan tetap dibutuhkan. Selama waktu itu, sebaiknya Anda hati-hati dalam mengonsumsi antibiotik saat hamil.

Jika antibiotik merupakan cara terbaik untuk mengobati sebuah penyakit, misalnya Anda mengalami infeksi saluran kencing, atau tes Anda positif  untuk streptokokus grup B pada kehamilan (di mana antibiotik diberikan selama persalinan), umumnya dokter akan meresepkan antibiotik yang dipandang aman.