Go4HealthyLife.com - Ways to healthy living through CARE & CURE - http://www.go4healthylife.com
Kenali Masalah di Balik Bayi Gemuk
http://www.go4healthylife.com/articles/968/1/Kenali-Masalah-di-Balik-Bayi-Gemuk-/Page1.html
 Redaksi Go4HealthyLife.com
 15 Februari 2012
 
Jangan keburu senang jika melihat bayi gemuk, karena di balik tingkah polahnya yang menggemaskan, ada masalah yang justru mengancam perkembangannya.

Go4HealthyLife.com, Jakarta - Jangan keburu senang jika melihat bayi gemuk, karena di balik tingkah polahnya yang menggemaskan, ada masalah yang justru mengancam perkembangannya.
 
Meghan Slining, seorang mahasiswa doktoral biang epidemiologi nutrisi di University of North Carolina, Chapel Hill, bersama rekan-rekannya mengevaluasi 215 bayi selama 18 bulan. Dari penelitian itu diketahui bahwa kelebihan berat badan dapat menunda kemampuan bayi untuk berguling, merangkak, atau menguasai keterampilan fisik penting lainnya.

Dari 152 bayi, ditemukan kelebihan berat badan selama evaluasi ini, 20% - 31 bayi - mengalami penundaan keterampilan motorik. Selama pengamatan, tim yang dipimpin Slining juga menemukan 75 bayi dengan ukuran rata-rata besar di bagian perut, lengan atas, dan lemak kulit punggung. Dari jumlah tersebut, 23% - 17 bayi - tertunda keterampilan motoriknya.

Dalam pengamatan keseluruhan, tertundanya keterampilan motorik seperti ketidakmampuan untuk duduk terus selama 30 detik, kemungkinannya adalah sekitar dua kali lipat pada bayi yang terlalu gemuk dan kelebihan berat dibandingkan bayi yang normal.

Laporan dari tim peneliti yang dimuat dalam Journal of Pediatrics adalah yang pertama yang menyebutkan bayi kelebihan berat badan dan timbunan lemak di tubuh mereka, kemungkinan berisiko lebih besar mengalami penundaan perkembangan motorik ketimbang bayi yang berat badannya tak berlebihan.

Dalam penelitian yang dilakukan dengan kunjungan ke rumah kelompok ibu dan bayi keturunan Afrika-Amerika berpenghasilan rendah, tim peneliti mendokumentasikan setiap kemampuan bayi untuk melakukan 14-21 keterampilan berbeda yang sesuai dengan usianya. Pada setiap kunjungan, tim ilmuwan juga mengukur kegemukan dan berat badan yang disesuaikan dengan panjang tubuh bayi.

Awalnya, 62 bayi dinilai kelebihan berat badan oleh US Centers for Disease berdasarkan standar berat badan dan panjang untuk bayi berusia 3 bulan. Pada usia 6 bulan, 30 bayi mengalami kelebihan berat badan, dan saat usia 18 bulan, 14 bayi tetap kelebihan berat badan.

Tercatat 20 dari bayi yang berumur 3 bulan memiliki kadar lemak kulit tinggi dibandingkan dengan bayi lainnya dalam kelompok usia itu. Pada usia 18 bulan, terdapat 12 bayi yang tetap terlalu gemuk dibandingkan dengan bayi lainnya.

Secara umum, bayi usia 3 bulan mampu menjaga keseimbangan kepalanya, duduk dengan dukungan, dan berguling, sementara bayi usia 6 bulan dapat duduk sendiri dan menunjukkan tanda-tanda merangkak. Tapi bayi usia 6 bulan dengan keterampilan motorik rendah, tidak mungkin dapat duduk terus selama 30 detik tanpa dukungan atau berguling-guling, papar Slining.

Untuk bayi usia 18 bulan dengan keterampilan motorik rendah mungkin tidak memiliki keseimbangan yang cukup untuk berjalan mundur atau miring, atau berdiri dengan satu kaki selama dua detik. Biasanya, kemampuan berjalan berkembang antara usia 9 hingga 12 bulan, dan saat menginjak usia 18 bulan, bayi sudah dapat berjalan mundur dan naik tangga.

Untuk itu, penting bagi orangtua untuk memberikan ruang yang aman bagi bayi mereka agar dapat berkembang dan bereksplorasi, tapi untuk bayi yang kelebihan berat badan mungkin akan mengalami keterbatasan dalam bereksplorasi sesuai dengan usia mereka.

Namun, jika tanpa meneliti kelompok bayi lain selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, para peneliti mungkin tidak akan tahu apakah timbunan lemak atau kelebihan berat badan sebagai penyebab tertundanya kemampuan motorik pada bayi yang berusia lebih tua.