Diabetes



(Halaman 1 dari 7)   
« Sebelumnya
  
1
  2  3  4  5  Selanjutnya »

Olahraga berat seperti angkat beban selain membuat badan kekar, ternyata dapat mengurangi risiko terkena diabetes.


Selama ini rekomendasi dokter untuk pemeriksaan diabates tipe 2 dimulai saat berusia 45 tahun. Tapi itu dulu, karena studi terbaru justru menyebutkan tes diabates tipe 2 ini lebih baik dilakukan lebih awal, yaitu antara usia 30-45 tahun.


Sebuah substansi yang ditemukan pada produk susu, asam trans-palmitoleat, tampaknya dapat melindungi terhadap penyakit diabetes.


Mereka yang mengidap diabetes dan dirawat di rumah sakit karena memburuknya gejala penyakit paru yang dikenal sebagai chronic obstructive pulmonary disease (COPD), dipastikan akan lebih lama tinggal di rumah sakit dan memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk meninggal ketimbang pasien COPD yang tak terkena diabetes.


Penelitian membuktikan pasien diabetes yang tak mampu mengelola stres punya risiko tinggi untuk mengalami kerusakan serius pada mata (retinopati diabetik).


Kondisi kesehatan dari tubuh sebenarnya dapat dilihat secara kasat mata, mulai dari kondisi telinga, rambut, dada, dan bahkan jari.


Orang berusia paruh baya dan lanjut usia patut dicurigai memiliki risiko tinggi diabetes tipe 2 jika mereka sering tertidur hampir sepanjang hari dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah tertidur.  


Jika Anda tak ingin mengalami diabetes, pilihlah makanan yang memiliki kandungan magnesium yang cukup. Jika itu sudah terpenuhi, niscaya Anda terhindar dari ancaman diabetes.


Menurunkan kadar gula darah merupakan perjuangan berat bagi penyandang diabetes. Tapi dengan menggabungkan latihan aerobik dengan latihan beban diyakini sebagai cara paling manjur untuk mengikis jumlah gula dalam darah Anda.


Infeksi yang tidak ditangani dengan segera pada penyandang diabetes dapat menyebabkan gangren (luka bernanah) yang bisa menuntun pada amputasi.

(Halaman 1 dari 7)   
« Sebelumnya
  
1
  2  3  4  5  Selanjutnya »




No popular articles found.